Boroco

Posted by Red White Science on Sunday, March 24, 2013


Boroco

Boroco (Celosia argentea Linn.)
Sinonim : Celosia linearis, Sweet. Celosia magaritacea, Linn.
Familia : Amaranthaceae
Nama Lokal
Bayam ekor belanda, Bayam kucing, Kuntha, Baya kasubiki; Qing xiang zi (China).
Detail
Tumbuh tegak, tinggi 30 - 100 cm. Tumbuh liar di sisi jalan, pinggir selokan, tanah lapang yang terlantar. Batang bulat dengan alur kasar memanjang, bercabang banyak, warna hijau atau merah. Daun ada yang wama hijau dan ada yang warna merah, bentuk bulat telur memanjang, ujung lancip, pinggir bergerigi halus hampir rata. Bunga bentuk bulir panjang 3 10 cm, warna merah muda/ungu, biji hitam agak cerah, bunga tumbuh di ujung-ujung cabang.
Komposisi
Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa pahit, sejuk, pengobatan radang mata dan tekanan darah tinggi (Hipertensi).
Bagian yang digunakan
Biji, bunga dan seluruh tanaman, keringkan di bawah sinar matahari untuk disimpan.
Pemanfaatan untuk obat darah tinggi
Cara Pemakaian
Biji boroco 30 gram, 1 gelas air rebus menjadi 1/2 gelas air, dibagi menjadi 2 (dua) kali minum.
Aturan Pemakaian
Biji : 10 - 30 gram.
Bunga : 30 - 60 gram direbus.
Seluruh tumbuhan : 30 - 60 gram.
Catatan
Contra indikasi pada tekanan bola mata yang meninggi (Glaucoma).
Pemanfaatan lain
Selain untuk mengobati darah tinggi, boroco juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati :
Radang mata, Muntah darah, Keputihan, Disentri; Obat cuci mata, Infeksi saluran kencing.
Advertisement

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment