Metode Titrimetri

Posted by alam bercak on Thursday, April 11, 2013


Metode Titrimetri

                        Titrimetri merupakan suatu metode analisa kuantitatif didasarkan pada pengukuran volume titran yang bereaksi sempurna dengan analit. Titran merupakan zat yang digunakan untuk mentitrasi. Analit adalah zat yang akan ditentukan konsentrasi atau kadarnya. Selanjutnya akan dikatakan titik ekivalen dari titrasi telah dicapai. Larutan standar merupakan larutan yang telah diketahui konsentrasinya. Agar diketahui kapan harus berhenti menambahkan titran, kimiawan dapat menggunakan bahan kimia, yaitu indikator, bereaksi terhadap kehadiran titran yang berlebih dengan  melakukan perubahan warna. Perubahan warna ini bisa saja terjadi persis pada titik ekivalen, tetapi bisa juga tidak. Titik dalam titrasi dimana indikator berubah warnanya disebut titik akhir. Tentu saja diharapkan, bahwa titik akhir ini sedekat mungkin dengan titik ekivalen. Pemilihan indikator untuk membuat kedua titik sama (atau mengoreksi perbedaan di antara keduanya) adalah satu aspek yang penting dalam metode titrimetri.
Persyaratan untuk reaksi yang dipergunakan dalam metode titrimetri, sejauh ini relatif sedikit reaksi kimia yang dapat dipergunakan sebagai basis untuk titrasi. Sebuah reaksi harus memenuhi beberapa persyaratan sebelum reaksi tersebut dapat digunakan :
1. Reaksi harus berlangsung cepat.
2. Tidak terdapat reaksi samping.
3. Reaksi harus stoikiometri, yaitu diketahui dengan pasti reaktan dan produk serta perbandingan mol atau koefisien reaksinya.
4. Terdapat zat yang dapat digunakan untuk mengetahui saat titrasi harus dihentikan (titik akhir titrasi) yang disebut zat indikator.
Reaksi kimia yang mungkin diperlakukan sebagai basis dari penentuan titrimetrik telah dikelompokan ke dalam empat tipe:
1.                  Oksidasi-reduksi (redoks). Reaksi kimia yang melibatkan oksidasi-reduksi dipergunakan secara luas dalam metode titrimetri. Sebagai contoh, besi dengan tingkat oksidasi 2+ dapat dititrasi dengan sebuah larutan standar dari serium (IV) sulfat
2.                  Asam-basa. Ada sejumlah besar asam dan basa yang dapat ditentukan oleh titrimetri. Jika HA mewakili asam yang ditentukan dan B mewakili basa.
3.                  Pengendapan dari kation perak dengan anion halogen dipergunakan secara luas dalam prosedur titrimetrik
4.                  Pembentukan kompleks. Contoh dari reaksi dimana suatu kompleks stabil antara ion perak dan sianida

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment