Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)

Posted by Red White Science on Saturday, March 23, 2013



Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)

Jamur tiram merupakan jamur kayu yang tumbuh berderet menyamping pada batang kayu yang masih hidup atau yang sudah mati. Jamur ini memiliki tudung tubuh yang umbuh mekar membentuk corong dangkal seperti kulit kerang (tiram) atau bentuknya menyerupai telinga. Hal ini sesuai dengan nama latinnya yaitu Pleurotus. Istilah Pleurotus berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu pleuoron yang berarti menyamping dan ous yang berarti telinga.
Ditinjau dari segi morfologisnya, tubuh jamur tiram terdiri dari tudung (pileus) dan tangkai (stipe atau stalk). Pileus berbentuk mirip cangkang tiram atau telinga dengan ukuran diameter 5 – 15 cm dan permukaan bagian bawah berlapis-lapis seperti insang (lamella atau giling) berwarna putih dan lunak yang berisi basidiospora. Bentuk pelekatan lamella ini adalah memanjang sampai ke tangkai atau disebut dicdirent. Sedangkan tangkainya dapat pendek atau panjang (2 – 6 cm) tergantung pada kondisi lingkungan dan iklim yang mempengaruhi pertumbuhannya. Tangkai ini yang menyangga tudung agak lateral (di bagian tepi) atau eksentris (agak ke tengah).
Jamur tiram termasuk golongan jamur yang memiliki spora yang berwarna. Jejak sporanya menampakkan warna putih sampai kuning tiram. Nama-nama jamur tiram biasanya dibedakan menurut warna tudung tubuh atau sporanya, seperti jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), jamur tiram merah jambu (P. flabellatus), jamur tiram abu-abu (P. cytidiusus) dan sebagainya.
Taksonomi jamur tiram putih adalah sebagai berikut:
Super kingdom : Eukaryota
Kingdom : Myceteae
Divisio : Amastigomycota
Subdivisio : Eumycota
Kelas : Basidiomycetes
Sub kelas : Holobasidiomycetidae
Ordo : Agaricales
Familia : Agaricaceae
Genus : Pleurotus
Spesies : Pleurotus ostreatus
Jamur tiram putih termasuk tumbuhan heterofit yang hidupnya tergantung pada lingkungan di mana ia hidup. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram putih adalah air, keasaman, substrat, kelembaban, suhu udara, dan ketersediaan nutrisi.
Air dibutuhkan untuk kelancaran transportasi partikel kimia antar sel yang menjamin pertumbuhan dan perkembangan miselium membentuk tudung buah sekaligus menghasilkan spora. Miselium jamur tiram putih tumbuh optimal pada substrat yang memiliki kadar air sekitar 60%, dalam keadaan gelap, dan kondisi asam (pH 5,5 – 6,5). Jamur tiram putih memiliki toleransi dan ketahanan terbatas terhadap keasaman, substrat, media tumbuh, dan suhu udara lingkungan. Tetapi, kondisi lingkungan yang terlalu asam (pH rendah) atau basa (pH tinggi) akan menghambat pertumbuhan miselium. Sebaliknya, tubuh jamur tiram putih tumbuh optimal pada lingkungan yang agak terang dan kondisi keasaman agak netral (pH 6,8 – 7,0).
Jamur tiram putih tumbuh pada tempat-tempat yang mengandung nutrisi berupa senyawa karbon, nitrogen, vitamin dan mineral. Sebagian besar senyawa karbon digunakan sebagai sumber energi sekaligus unsure pertumbuhan. Nitrogen diperlukan dalam sintesis protein, purin dan pirimidin.
 Jamur menggunakan nitrogen dalam bentuk nitrat, ion amonium, nitrogen organik, atau nitrogen bebas. Vitamin diperlukan sebagai katalisator sekaligus berfungsi sebagai
koenzim. Macam vitamin yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan jamur tiram putih adalah thiamin (vitamin B1), asam nikotinat (vitamin B3), asam amino pantotenat (vitamin B5), biotin (vitamin B7), pirodoksin, dan inositol. Unsur mineral untuk pertumbuhan jamur meliputi unsur makro (K, P, Ca, Mg, dll) dan unsur mikro (Zn, Cu, dll). Unsur fosfor dan kalium diserap dalam bentuk kalium fosfat. Unsur fosfor berperan dalam penyusunan membran plasma, molekul organik seperti ATP dan asam nukleat. Unsur kalium berperan dalam aktivitas enzim metabolisme karbohidrat dan keseimbangan ionik.
Masa pertumbuhan miselium membutuhkan kelembaban udara antara 65 – 70%, tetapi untuk merangsang pertumbuhan tunas dan tubuh jamur membutuhkan kelembaban udara sekitar 80 – 85%. Kondisi lingkungan yang optimum untuk pertumbuhan jamur tiram putih adalah pada tempat-tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung dengan sirkulasi udara lancar dan angin yang spoi-spoi basah.
Advertisement

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment